Allah Subhanahu wata’ala berfirman,
“….Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu…” (al-Mu’min: 60).
Allah Subhanahu wata’ala berfirman,
“Selanjutnya, apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah
Allah ketika kamu berdiri, pada waktu duduk, dan ketika berbaring….”
(an-Nisaa: 103).
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Orang yang mengingat
Allah diantara orang-orang yang lalai adalah seperti pohon yang hijau
diantara rumput-rumput yang kering.” (HR Thabrani)
Beliau juga bersabda,
“Orang yang mengingat Allah diantara orang-orang yang lalai adalah
seperti orang yang hidup diantara orang-orang yang telah mati.” (HR
Ahmad).
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Suatu kaum yang duduk di dalam sebuah majlis sambil mengingat Allah
Subhanahu wata’ala (berzikir) pasti dikelilingi oleh para malaikat,
dilimpahi rahmat Allah, dan Allah akan menyebut (mengingat) mereka
diantara para malaikat yang berada di sisi-Nya.” (HR Ahmad, Ibnu Majah,
dan Ibnu Hibban).
Di dalam hadits yang lain, beliau bersabda,
“Tidaklah duduk suatu kaum berada di suatu tempat tanpa menyebut
(mengingat) Allah Subhanahu wata’ala serta tidak bershalawat atas Nabi
Shallallahu ‘alaihi wasallam, kecuali mereka akan diliputi rasa
penyesalan dan kesedihan pada hari kiamat nanti.” (HR Ahmad, Tirmidzi,
dan Hakim).
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Perkataan paling baik yang diucapkan olehku dan oleh para nabi
sebelumku adalah kalimat, ‘Laa ilaaha illallaah wahdahuu laa syariikalah
(tiada rabb selain Allah semata dan tiada sekutu bagi-Nya).’’’
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Barang siapa yang setiap setelah shalat bertasbih, bertahmid, dan
bertakbir, (masing-masing) sebanyak 33 kali, serta mengakhiri dengan
seratus bacaan, ‘Laa ilaaha illallaah wahdahuu laa syariikalahu, lahul
mulku wa lahul hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa ‘alaa kullii syai-in
qadiir (tiada rabb selain Allah semata dan tiada sekutu bagi-Nya. Hanya
milik-Nya segala kekuasaan dan segala pujian. Dia-lah Yang Maha
Menghidupkan dan Mematikan dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu),’
niscaya dosa-dosanya diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.” (HR
Muslim, Ahmad, dan Baihaqi).
Diriwayatkan bahwa ada seorang
laki-laki yang datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam lalu
berkata, “Rasulullah, dunia telah berpaling dariku dan hartaku juga
berkurang menjadi sedikit.”
Beliau menjawab,”Di manakah kamu
ketika malaikat bertasbih dan semua makhluk bertasbih, padahal dengan
itu semua mereka diberi rezeki?”
Orang itu bertanya kembali, “Rasulullah, apakah itu?”
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab,
“Katakanlah, ‘Subhanallaahi wa bihamdihi, subhanallaahil ‘adziimi wa
bihamdih (Maha suci Allah dengan memuji-Nya [hamba memulai], Mahasuci
Allah dengan segala keagungan-Nya).’ Dan beristighfarlah seratus kali
diantara terbitnya fajar hingga kamu melaksanakan shalat subuh, niscaya
dunia akan datang kepadamu dengan tunduk dan kerendahan. Allah juga
menciptakan, dari setiap kata yang engkau ucapkan, seorang malaikat yang
bertasbih kepada Allah Subhanahu wata’ala hingga hari kiamat, dan kamu
akan mendapat pahala bacaan tasbih itu.”
Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Apabila seorang hamba mengucapkan kalimat, ‘ Al-Hamdulillaah,’ maka
(seakan-akan) pahalanya telah mengisi ruang antara langit dan bumi. Dan
apabila ia mengucapkan kalimat itu untuk kedua kali, maka Allah
Subhanahu wata’ala akan berfirman kepadanya, ‘Mintalah kepada-Ku,
niscaya kamu pasti diberi.”
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“amalan-amalan baik yang kekal adalah ucapan, ‘Laa ilaaha illallaahu,
subhaanallaahi, Allaahu akbar, Al-Hamdulillaah, wa laa haula wa laa
quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘adzhiim.’ Lalu beliau bersabda,
‘Seseorang yang mengucapkan (ucapan di atas), dosa-dosanya pasti
diampuni, meskipun dosa-dosanya seperti buih di laut.”
Dalam
hal ini perlu kita pahami bahwa zikir-zikir yang bermanfaat adalah zikir
yang diresapi di dalam hati. Adapun zikir yang tidak diresapi tidak
akan mendatangkan banyak manfaat karena tujuan zikir adalah Allah
Subhanahu wata’ala dan hal itu akan terwujud dengan zikir yang istiqamah
dan dirasakan oleh hati.
Wallahu a'lam bishshawab..
sumber: https://www.facebook.com/Ekspresihijabers
Tidak ada komentar:
Posting Komentar